Salahkah Saya Menjadi Seorang Introvert?


Halo! Apakah kamu seorang introvert? Nyamankah perasaan kamu ketika menjadi seorang introvert? Mungkin sebagian besar 'pengidap' introvert ini merasa nyaman-nyaman saja ya, lha wong mereka sendiri yang pengen jadi begitu.

Tapi kadang ada loh orang yang jadi introvert karena 'didoktrin' oleh suatu hal. Mungkin dari sebuah tontonan yang baru saja dia konsumsi. Salah satu tontonan populer yang ngebahas introvert adalah drama korea 'introverted boss'. Saya ga bahas drakornya, saya cuma ngasih contoh. Selain drakor, biasanya doi terpengaruh sama kartun yang doi suka.

Biasanya orang yang mengidap introvert ini adalah remaja mulai dari belasan tahun hingga usia hampir dewasa namun belum menikah. Tapi bukan berarti orang yang udah dewasa gak bisa introvert. Namun biasanya ketika menginjak usia dewasa mereka tidak menjadi introvet lagi. Di usia dewasa mereka merasa kalau jadi seorang introvert itu sia-sia aja. Mereka kecewa kenapa dulu jadi orang yang pemalu dan anti-sosial.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah, "Salahkah saya menjadi seorang introvert?"

Mungkin bagi kalian yang saat ini sedang introvert akut merasa benar-benar saja. Merasa asyik dengan aktivitas seharian di dalam kamar dengan teman-teman maya yang kalian punya. Tapi sebenarnya hal ini keliru.

Saya juga pernah kok menjadi orang yang malu di depan umum, menutup diri dari lingkungan, bahkan malas ngobrol sama orang lain. Dan ketika akhirnya saya nyesel begitu. Karena ketika saya jadi introvert....

Saya dikucilkan

Saya menjadi orang yang jarang bicara basa-basi, orang yang kurang nongkrong bareng temen-temen. Alhasil saya jadi orang yang serba sendiri, ngerjain tugas sendiri, meskipun tugas kelompok. Kalau temen mau hunting saya ga diajak. Bahkan yang parah ngga diajak ngobrol dan dibiarin mojok sendirian di kelas.

Tidak bisa mengupgrade diri

Menjadi pemalu untuk masalah ngobrol dengan orang yang tidak dikenal itu sangat merugikan. Dala hal ini entah saya sangat merugi, atau sekedar rugi biasa, yang jelas saya rugi kalau lama-lama seperti ini.

Karena dengan 'kemaluan' untuk berbicara dengan orang baru, saya tidak bisa menemukan orang-orang yang mungkin saja bisa jadi mentor saya. Saya tidak akan pernah bertemu dengan Om Peter Jack Kambey (PHP Indonesia), Mas Narenda Dicoding, Koh Yansen Kamto, meskipun beberapa hanya sekedar kenal saja.

Ngga usah yang melip lah. Contoh sederhana, ketika saya mengalami kebuntuan pas ngoding, jika saya tetap menjadi seorang pemalu, saya akan tetap stuck disitu dan ga bakal upgrade apabila saya tidak mencoba bertanya kepada teman yang sekiranya mampu untuk membenarkan.

Disangka Negatif

Sering mengurung diri di dalam kamar membuat tetangga curiga. Terlebih kalau pas muncul berita soal kejahatan siber di televisi, membuat saya semakin dicurigai melakukan demikian. Padahal nyatanya, saya adalah orang yang menjadi musuh-musuh mereka. Mereka pembobol, saya pengaman.

Kurang bersosialisasi dengan sekitar juga menambah kecurigaan dan menuduh jadi seorang pengedar obat-obatan. Jangankan buat ngedar dan ngonsumsi jumlah banyak, minum antibiotik sebiji aja udah tepar ketiduran.


Terkait dengan inti pembahasan, salah atau tidaknya menjadi seorang introvert itu tergantung pada diri kalian sendiri. Kalian bisa cari tahu sendiri apa saja yang tidak kalian temukan dengan seorang introvert. Dengan hal itu bisa membuat kalian semakin merasa bersalah dan segera bertobat menjadi introvert. Tobatlah sebelum terlambat....

Regards
Riyan Satria

0 Response to "Salahkah Saya Menjadi Seorang Introvert?"

Posting Komentar